Kelamnya langit dihari ini menyelimuti
matahari yang bersedih
Dari barat ketimur kulihat hijaunya
Medini tertutupi mega mendung
Kian siang tak kulihat matahari
tersenyum memanaskan bumi
Itu bukan hanya gambaran hati kesedihan
seorang
Namun juga warna suram pertiwi yang
mengetahui
Mentari yang selalu kutunggu
menghangatkanku
tak jua ada dalam tatapan mataku
Hanya hitam yang kulihat ada didepanku
Bukanlah dirimu!!!!!!!!!!
Pertanyaan hati yang kian tak terjawab,
Menyisakan mutiara yang terus menggerus
wajah
Aku akan menanti sesuatu yang tak
pastikah?
Ataukah ini adalah ujian dari sebuah
ucapan?
Salahkah jika aku meminta hati untuk
mengabulkannya
Memberiku sedikit cahaya ketika jatuh
tersungkur
Sawah-sawah yang kosong dengan tanah
bercacingnya
Tetap setia mendengar setiap ucapan
hatiku perlahan
Jalan raya yang kuhadang
melalulalangkan setiap mesin diatasnya
Menganggu pendengaran yang tak pernah
cinta padanya
Tapi aku pasti akan mendengarnya
Tapi aku pasti akan memandangnya
Tapi aku pasti akan setia padanya
Tapi aku pasti akan mencintainya
Tak tinggalkan, tak acuhkan, tak
menutup mata untuknya,
dan terus mencintainya
Wahai hati yang kukagumi
Pelukan bayangmu yang aku rasa dan tak
pernah terlupa
Akan kubawanya dalam setiap mimpi dalam
nyatanya hidupku
Pasti kunanti keindahan bersamamu untuk
selamanya
Keyakinanku padamu tak akan pernah
hilang
Walau aku harus pergi secepat waktu
Yang tak pernah kau kira dalam
mimi-mimpi tidurmu………………..

0 Response to "Sepenggal Hati"
Posting Komentar