Dulu, kau malaikat dihati
Selalu kucari dan kunanti
Bahkan, dalam setiap kepulanganku
Kau yang ku peluk dan kusapa pertama
Masih jelas kuingat
Kau yang selalu menemaniku dalam
sakitku
Tak pernah lelah untuk mendengar
keluhku
Menantikan ceritaku
Tawamu yang tak pernah habis untukku
Lelahmu yang selalu kau ceritakan
padaku
Dan aku tak pernah bosan
Walau apa kau menyuruhku
Taatku selalu kau terima
Ikhlasku tawamu
Setelah semuanya tiba
Saat ku di enam
Kau tak pernah jadi malaikat di hati
Dan kepulanganku, bukan inginmu
Tak pernah lagi kurasakan pelukanmu
Senyum, tawa, bahagia yang kau rasa
Tak membagi padaku
Kau tak lagi inginkan ceritaku
Hanya angin lalu bagimu
Bahkan, tangisku tak pernah kau dengar
lagi
Sakit yang ku rasa, tak pernah kau
tanyakan
Apa yang ku ceritakan, bukan sebagai
hal penting untukmu
Percuma ku meleleh
Karena kau tak meleleh untukku
Kau menengadah untuknya
Bahkan selalu ada setelah enamku,
untuknya
Sepahit apa pun itu
Aku tak pernah bisa membencimu
Aku cinta kamu
Hatiku tak pernah bohong
Aku butuh kamu
Aku sayang kamu
Aku cinta kamu
Selamanya
Kasihmu untuk jalan yang ku tempuh
Jalanku telah muram kini
Dian ku telah berubah haluan
AKU TAK PERNAH MEMBENCIMU

0 Response to "CINTA DAN BENCI"
Posting Komentar