SENYUMAN AWAL PERSAHABATAN (KEMBALIKAN SENYUMKU SAHABAT)

Suatu ketika di tepian sungai nampak seorang anak yang sedang murung dan dia seperti anak yang sedang frustasi. Dia selalu berteriak-teriak ke arah sungai, dia juga selalu bertanya pada dirinya akan tetepi dia tak pernah mendapatkan jawaban yang tepat. “Apa sih pentingnya sahabat,,,, jika dia hanya bisa menyakiti, mengkhianati bahkan berani-beraninya dia mengumpatku dari belakang”, dia berkata sambil berteriak-teriak dan tanpa ia sadari tiba-tiba datang seorang anak seusianya dan menjawab “Bagiku sahabat adalah sanubari hati yang tak dapat dipatahkan, dan sahabat sangatlah penting karena tanpa sahabat dunia ini akan terasa hampa”. “Tapi buwat apa punya sahabat yang hanya bisa berkhianat”, jawab si anak frustasi itu.
Beberapa waktu setelah jawaban itu mereka saling diam, sianak frustasi memendam rasa bercampur marah dan si anak seusianya sedang mengamatinya sambil diam ia hendak mengatakan sesuatu.
Semua itu pasti ada maksud tersembunyi”,,si anak seusianya itu berkata.
Apa????? Bagiku yang ada hanyalah penuh pengkhianatan,,,,, pecundang tetap takkan dapat dielakkan”, jawab si anak frustasi.
Memangnya kamu sedang merasa disakiti sahabatmu??”, tanya si anak seusianya.
Seperti yang kamu lihat..” jawab si anak frustasi.
hummmm,,, sejak kapan za, ,,perasaan bisa dilihat?”, kata sianak seusia.
Sebenarnya apa sih maumu ,tiba-tiba datang dan hanya mengganggu.., lebih baik kamu menjauh dariku karna kamu hanya menambah amarahku saja”, jawab si anak frustasi.
Baiklah aku minta maaf jika mengganggumu, aku hanya ingin menemanimu”, si anak seusia membalas jawabannya.
Tak perlu yang ada kamu tetap sama dengan yang lain,,,,. ..sama-sama pecundang”, jawabnya.
Mungkin kamu mengatakan itu tapi aku bakal ngebuktiin bahwa aku bukanlah pecundang,, dan asal kamu tahu itu aku tak pernah menyukai jika aku dibilang pecundang....,” kata si anak seusia.
Lalu??? Kamu marah??? Silahkan, lagi pula aku tak punya urusan denganmu”, ucap anak frustasi itu.
Tenaglah aku tak bermaksud menambah amarahmu,,, kalo boleh tahu siapa namamu??”, tanya si anak seusia.
Aku Dian dan kamu??”, si anak frustasi menjawab dan bertanya balik.
Kenalin aku Viarck dan teman-temanku sering memanggilku Vi atau Arck saja”, jawab sianak seusia sambil mengulurkan tangannya.
Dengan perasaan itu Dian ragu untuk mengulurkan tangannya, dan dia tetap membalas mengulurkan tangannya walau tanpa tersenyum. Viarck merasa senang walaupun Dian mengata-ngatainya Vi tet ap bersabar. Vi adalah anak yang dikenal tenang tapi pasti yaitu dia dapat membuat orang lain terbawa arus dengan kata-katanya. Dan Vi selalu mencoba menghibur siapapun,, termasuk saat ini Vi mencoba menenangkan hati Dian.
“Maukah kamu menjadi sahabatku??” tanya Vi tiba-tiba.
Asalkan kamu takkan berkhianat padaku dan mengumpatku aku mau tapi jikalau kamu bakal melakukan semua itu buwat apa???” jawab Dian.
Bagiku sahabat hanyalah butuh kepercayaan yang saling mempercayai bukanlah langsung menggugat,,,,,,” jawab Vi dengan tenang sambil menghadap kearah sungai,.
Hati Dian menjadi terpuruk , selama ini dia tak pernah mempercayai sahabatnya. Dian hanya selalu marah kepada sahabatnya saat sahabatnya melakukan kesalahan tanpa mau mendengarkan alasan darinya.
Kamu benar Vi selama ini aku tak pernah mempercayai sahabatku sendiri 100%, bahkan aku selalu menganggapnya dia mengumpatku,, selama ini dia memang tak pernah memahamiku dan aku juga menyadari sebab aku juga tak memahaminya” jawab Dian dengan penuh penyesalan.
Dian menjadi terpaku dia tak tahu apa yang sebenarnya ada dalam dirinya yang hanya penuh dengan kebencian, dalam hati Dian ingin meminta maaf pada sahabatnya dan dalam hati pula ia ragu sebab Dian berfikir bahwa sahabatnya tetap takkan memahaminya. Dian hanya termenung penuh dengan kesunyiannya. Vi yang berada didekatnya berusaha pelan, dan Vi ikut diam sejenak.
Tak ada salahnya buwat minta maaf dan tak ada pula kata telat untuk meminta maaf” ucap Vi kepada Dian.
Dian bertambah bingung padahal dia hanya berkata dalam hati tetapi ternyata Vi mengetahui maksudnya.
Terimakasih Vi kamu telah menyadarkanku,,, selama ini aku tak pernah memiliki sahabat sepertimu yang peduli dan ngertiin aku” kata Dian.
Vi hanya tersenyum dan mengatakan “Sama-sama An bagiku yang terpenting adalah aku bisa memiliki banyak sahabat dan tak terdapat kesalah pahaman dalam persahabatan tersebut”.
Dian hanya bisa menyaesal tapi dia merasa senag bisa mendapatkan sahabat yang bisa ngertiin dia..., selama ini Dian selalu beranggapan buruk tentang sahabat tetapi kali ini tidak.
Sejak saat itulah Dian dan Vi berkenalan dan bersahabat mereka saling mempercayai, Vi bahagia dia bisa meredamkan amarah Dian.” Terimakasih Vi” dalam hati Dian. Setelah itulah amarah Dian menjadi redup dan rasa terpuruknya mulai reda.
Dian mengatakan dalam hati “semua telah kuraih dan terlewati”. Keinginan Dian terpenuhi yakni “Kembalikan Senyumku Sahabat”..... dian sungguhlah senang tak disangka-sangka seorang anak seusianya bisa menghiburnya bahkan lebih dari itu dia dapat bersahabat kembali. Dengan penuh rasa kegembiraan Dian mendapatkan pelajaran berharga.
Vi memiliki rasa tersendiri karena dia berhasil membuat arti persahabatan dengan penuh keindahan.

0 Response to "SENYUMAN AWAL PERSAHABATAN (KEMBALIKAN SENYUMKU SAHABAT)"

Posting Komentar